|
Setelah mengalami penurunan tahun lalu, penjualan sepeda motor nasional sepanjang tahun ini dipastikan akan meledak. Angka 7,2 juta unit sudah di tangan. Jika prediksi itu tercapai, penjualan sepanjang 2010 akan mengalami kenaikan sebesar 1,3 juta unit atau sekitar 22,5%. Optimisme itu muncul setelah, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengumumkan bahwa penjualan pada semester-I telah mencapai angka 3,6 juta unit.
Makanya, para agen tunggal pemegang merek (ATPM) pun penuh percaya diri bahwa target 7,2 juta akan tercapai di akhir tahun. Apalagi setelah pemerintah mengumumkan akan melarang mobil-mobil baru keluaran 2005 ke atas untuk meminum premium. Artinya, pembeli mobil baru harus merogoh koceknya lebih dalam untuk membayar BBM non subsidi dan bisa memilih kendaraan roda dua. Faktor lain yang juga akan mendorong penjualan di semester II ini semakin semarak adalah hadirnya Hari Raya Lebaran dan liburan akhir tahun. Menjelang saat-saat seperti itu, biasanya, konsumen ramai-ramai melakukan pembelian. “Kalau tidak untuk mudik, ya buat tahun baruan,” kata seorang dealer di Jakarta Selatan. Lantas siapa yang akan menjadi juara di pasar roda dua ini? Jawabnya cuma satu: Kalau bukan Honda, pasti Yamaha. Soalnya, dua merek ini selalu bersaing ketat. Tahun lalu, misalnya, Yamaha terpaksa harus mau menjadi runner up lantaran angka penjualannya kalah tipis dari Honda. Hal serupa terjadi pada semester I yang baru lalu. Sepanjang enam bulan tersebut, Yamaha berhasil mencatatkan penjualan 1.646.0236 unit atau hanya 21.114 unit alias 1,2% di bawah penjualan Honda. Mampukah Yamaha menyalip pesaing beratnya di semester II ini? Mari kita saksikan pertarungan mereka di pasar. Source: http://www.inilah.com/news/read/2010/07/18/671861/penjualan-motor-terus-tancap-gas/ |